banjir bandang maroko

Darurat! Banjir Bandang Maroko Tewaskan Puluhan Warga

SIGMANEWS.ID – Jakarta, Banjir bandang Maroko kembali menelan korban jiwa setelah arus deras berlumpur menerjang Kota Safi di wilayah barat negara tersebut. Sedikitnya 37 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025.

Baca Juga: Darurat! Puting Beliung Jakarta Rusak Mobil dan Pohon Tumbang

Banjir Bandang Maroko Jadi Bencana Paling Mematikan Satu Dekade

Peristiwa banjir bandang Maroko di Safi disebut sebagai bencana paling mematikan dalam sepuluh tahun terakhir. Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang turun dalam waktu singkat memicu aliran air deras yang menyapu jalanan kota, menghanyutkan mobil, tempat sampah, serta merendam permukiman warga.

Safi merupakan kota pelabuhan di pantai Atlantik yang berjarak sekitar 300 kilometer selatan ibu kota Rabat. Kawasan kota tua bersejarah menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Korban Banjir Bandang Maroko Masih Dirawat di Rumah Sakit

Akibat banjir bandang Maroko tersebut, sedikitnya 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Enam korban telah dipulangkan, sementara 14 lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammed V, termasuk dua pasien yang dirawat di unit perawatan intensif.

Otoritas setempat menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun lumpur atau puing bangunan.

Sekolah Ditutup, Rumah dan Usaha Terendam

Dampak banjir bandang Maroko tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga. Sedikitnya 70 rumah dan tempat usaha di pusat kota bersejarah terendam banjir. Jalan-jalan utama tersumbat lumpur dan puing, menyebabkan akses ke dan dari kota terputus di sejumlah titik.

Kegiatan belajar-mengajar di Safi dan wilayah sekitarnya dihentikan sementara karena kondisi lingkungan yang belum aman.

Kesaksian Warga: Kehilangan Segalanya

Sejumlah warga mengungkapkan kesedihan mendalam akibat banjir bandang Maroko yang datang tanpa peringatan.

“Air menenggelamkan kami. Kami tidak bisa tidur sepanjang malam. Kami kehilangan segalanya, bahkan buku pelajaran anak-anak saya,” kata Hanane Nasreddine, ibu enam anak, dengan suara gemetar.

Warga lain, Nezha El Meghouari, mengatakan dirinya hanya memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan diri.

“Saya kehilangan semua pakaian saya. Hanya tetangga saya yang memberi saya beberapa untuk menutupi tubuh saya. Saya tidak punya apa-apa lagi. Saya kehilangan segalanya,” katanya.

Aktivitas Ekonomi Lumpuh, Pedagang Minta Kompensasi

Safi dikenal sebagai pusat seni dan kerajinan, khususnya tembikar terakota. Namun setelah banjir, banyak toko kehilangan seluruh stok dagangan mereka.

“Pemilik toko perhiasan telah kehilangan semua stok mereka… dan hal yang sama berlaku untuk pemilik toko pakaian,” ujar Abdelkader Mezraoui, pedagang berusia 55 tahun, yang meminta adanya kompensasi resmi untuk menyelamatkan usaha warga.

Cuaca Buruk Berpotensi Berlanjut

Badan meteorologi nasional memperingatkan potensi badai petir dan hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan di sejumlah wilayah. Pihak berwenang telah menerapkan langkah-langkah pengamanan darurat untuk melindungi warga serta mencegah dampak lanjutan.

Kejaksaan juga membuka penyelidikan untuk menentukan apakah terdapat unsur kelalaian yang memperparah kerusakan akibat bencana ini.

More From Author

puting beliung Jakarta

Darurat! Puting Beliung Jakarta Rusak Mobil dan Pohon Tumbang

kerugian bencana sumut

Darurat! Kerugian Bencana di Sumut Capai Rp17 Triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *