SIGMANEWS.ID – Jakarta, Banjir bandang Agam kembali terjadi di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada malam hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga rusak dan terbawa arus material banjir berupa lumpur, batu, serta kayu gelondongan.
Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hal ini dikarenakan pemilik rumah telah lebih dahulu mengungsi ke wilayah yang lebih aman.
“Pemilik sudah mengungsi ke Data, Jorong Labuah semenjak banjir bandang melanda daerah itu,” kata Muzakar.
Baca Juga: Darurat! Kerugian Bencana di Sumut Capai Rp17 Triliun
Dampak Banjir Bandang Agam Rendam Sekolah dan Permukiman
Selain merusak rumah warga, banjir bandang Agam juga merendam SDN 14 Labuah. Material banjir masuk ke ruang belajar dan kembali merusak area sekolah yang sebelumnya telah dibersihkan pascabanjir akhir November 2025.
“Ruang belajar sekolah ini baru selesai kita bersihkan setelah banjir bandang akibat meluapnya air Sungai Rage” katanya.
Hujan deras yang turun sekitar pukul 12.00 WIB hanya berlangsung sekitar satu setengah jam, namun debit air meningkat tajam hingga meluap dan menerjang kawasan permukiman serta fasilitas pendidikan. Kondisi ini memaksa sejumlah warga melakukan evakuasi mandiri hingga malam hari.
Banjir Bandang Agam Ganggu Akses Jalan dan Picu Longsor
Dampak banjir bandang Agam juga meluas ke sejumlah kecamatan lain. Di Palembayan, luapan air terjadi di Kayu Pasak, Koto Alam, dan Silungkang, sehingga warga menghentikan aktivitas dan mencari perlindungan.
Sementara di Kecamatan Palupuh, hujan deras memicu longsor di ruas Jalan Bukittinggi–Pasaman, tepatnya di Paninggiran Ateh Nagari Nan Limo. Longsor sempat menutup badan jalan dan menyebabkan kemacetan total. Kondisi tanah yang basah dan retakan besar di tebing meningkatkan risiko longsor susulan, bahkan mengancam tiang listrik di sekitar lokasi.
Penanganan: Jembatan Darurat hingga Alat Bantu
Untuk mengatasi dampak banjir bandang Agam, pemerintah bersama aparat keamanan dan masyarakat mulai melakukan penanganan darurat. Jembatan darurat yang sebelumnya dibangun masih dinyatakan aman dan dapat dilalui kendaraan roda empat dari Maninjau ke Sungai Batang.
Sementara itu, jalan terban di Labuah Panjang direncanakan akan dibuatkan jembatan darurat dari pohon kelapa.
“Pembangunan jembatan darurat bakal dilakukan bersama Polri, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, masyarakat dan relawan,” katanya.
Bantuan untuk Korban Terus Mengalir
Bantuan kemanusiaan terus berdatangan bagi penyintas banjir bandang Agam. Sebanyak sembilan truk logistik diberangkatkan membawa paket sembako dan bantuan non pangan seperti pakaian layak pakai, selimut, popok bayi, serta pembalut. Total nilai bantuan mencapai sekitar Rp978 juta dan ditujukan bagi sekitar 2.000 keluarga terdampak.
“Sasaran penerima bantuan ini adalah keluarga terdampak bencana di Kabupaten Agam, khususnya para kepala keluarga, orang-orang lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, serta penyintas yang menyandang disabilitas. Selain itu, bantuan juga menyasar fasilitas publik terdampak seperti sekolah dan sarana air bersih,” tambahnya.
Dukungan Alat dan Layanan Sosial Pasca banjir Bandang Agam
Untuk mempercepat pemulihan pascabanjir, sejumlah alat penanganan bencana seperti genset, pompa air, gerobak, chainsaw, dan perlengkapan kerja lainnya disalurkan ke beberapa nagari terdampak di Kecamatan Tanjung Raya.
Selain itu, kegiatan sosial berupa cuci dan servis sepeda motor gratis digelar untuk warga terdampak banjir. Program ini dilaksanakan di Mako Satpolair Polres Agam pada 17–19 Desember 2025 dan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada 20–21 Desember 2025.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat agar sepeda motor yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari bisa kembali berfungsi dengan baik dan aman,” ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq.
