SIGMANEWS.ID – Jakarta, Longsor Tarutung Sibolga kembali mengganggu arus lalu lintas di Sumatera Utara setelah tebing gunung runtuh dan menutup badan jalan di KM 25, Desa Pagaran Pisang, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (25/12/2025) sore. Akibat kejadian ini, akses utama penghubung Tarutung menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah sempat terputus total.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Utara sejak siang hari membuat struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil hingga akhirnya longsor dan menimbun seluruh badan jalan.
Kronologi Longsor Tarutung Sibolga Terjadi Sekitar Pukul 17.00 WIB
Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, menjelaskan bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Tebing gunung runtuh dan material tanah langsung menutup jalan nasional Tarutung–Sibolga.
“Jalan lintas Tarutung menuju Tapanuli Tengah (Tapteng)-Sibolga tertimbun longsor sehingga arus lalu lintas terputus pada Kamis sekitar pukul 17.00,”
Ia menambahkan bahwa hujan deras menjadi faktor utama terjadinya longsor di kawasan tersebut.
“Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis ini menyebabkan tebing gunung longsor dan menutup badan jalan umum Tarutung-Sibolga,”
Akibatnya, kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
Evakuasi Gunakan Alat Berat
Setelah kejadian ini, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutup jalan.
“Arus lalu lintas dari Tarutung menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah terputus total. Lagi proses evakuasi longsor menggunakan alat berat,”
Proses pembersihan berlangsung hingga malam hari dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Petugas juga mengatur arus kendaraan dan mengimbau pengendara untuk tidak mendekati lokasi longsor demi keselamatan.
Longsor Tarutung Sibolga, Jalan Mulai Bisa Dilalui Terbatas
Setelah material longsor berhasil dievakuasi, jalan lintas Tarutung menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah mulai bisa dilalui kembali secara terbatas. Kendaraan roda dua dan roda empat diperbolehkan melintas, sementara bus dan truk diarahkan menggunakan jalur alternatif.
“Kendaraan sudah mulai bisa melintas sekarang,”
Namun, kendaraan besar diminta tidak melintas karena kondisi jalan masih sempit dan rawan amblas.
“Kendaraan besar, seperti bus dan truk, jangan dulu melintas melalui Jalan Poriaha-Rampah karena jalan sempit dan rawan amblas,”
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena masih terdapat banyak titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut.
“Kepada sopir dan pengendara jalan lainnya, kami harap lebih berhati-hati karena banyak titik rawan longsor,”
Pengendara diimbau untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta segera menepi jika merasa lelah demi menghindari kecelakaan.
