perang tarif Amerika China

Panas Lagi! Perang Tarif Amerika China Masuk Babak Baru

SIGMANEWS.ID – Jakarta, Hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi sorotan setelah perang tarif Amerika China kembali mencuat ke permukaan. Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana mengenakan tarif baru terhadap industri semikonduktor asal China, meski kebijakan tersebut diputuskan untuk ditunda hingga 2027. Langkah ini menandai babak baru ketegangan dagang dua ekonomi terbesar dunia, khususnya di sektor teknologi strategis.

Kebijakan tarif ini diposisikan sebagai respons atas dominasi China di industri chip global yang dinilai merugikan kepentingan perdagangan Amerika Serikat.

Baca Juga: Geger! Ancaman Bom Sekolah Depok Bikin Panik Orang Tua

Perang Tarif Amerika China Dipicu Dominasi Industri Chip

Pemerintah AS menilai China menargetkan industri semikonduktor secara agresif untuk menguasai pasar global. Tuduhan ini menjadi dasar munculnya kembali perang tarif Amerika China, khususnya pada chip generasi lama yang masih banyak digunakan di sektor industri dan pertahanan.

“Penargetan industri semikonduktor oleh China dengan tujuan mendominasi tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan AS dan bisa ditindaklanjuti,” jelas perwakilan perdagangan AS.

Investigasi Kantor Perwakilan Perdagangan AS menemukan praktik non-pasar yang dinilai merusak persaingan sehat serta menekan produsen chip asal Amerika Serikat.

Rencana Tarif Ditunda hingga Juni 2027

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Meski rencana tarif telah disiapkan, pemerintahan Trump memutuskan menunda pemberlakuannya hingga Juni 2027. Selama sekitar 18 bulan ke depan, tarif impor semikonduktor dari China akan tetap berada di level nol sebelum dinaikkan secara bertahap.

Dalam dokumen resmi pemerintah AS, disebutkan bahwa tarif tersebut akan diumumkan paling lambat satu bulan sebelum diberlakukan. Penundaan ini dinilai memberi kepastian bagi perusahaan AS yang selama ini khawatir terhadap dampak perang dagang pada rantai pasok dan stabilitas industri teknologi.

Langkah ini juga mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara tekanan politik domestik dan kepentingan ekonomi jangka panjang.

Respons Tegas Beijing

Pemerintah China secara terbuka menolak rencana tarif tambahan tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa kebijakan tarif tidak akan membawa keuntungan bagi kedua pihak.

“Kami akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah secara tegas,” ujar pihak kedutaan besar China.

Penolakan ini menegaskan bahwa perang tarif Amerika China masih menyimpan potensi eskalasi. Situasi ini terjadi meski kedua negara sama-sama menyatakan keinginan untuk menjaga stabilitas hubungan dagang.

Upaya Meredakan Ketegangan

Presiden China, Xi Jinping.
Presiden China, Xi Jinping.

Penundaan tarif ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Presiden AS dan Presiden China Xi Jinping sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata perang dagang pada Oktober lalu. Kesepakatan tersebut mencakup pengurangan sejumlah tarif serta pelonggaran ekspor logam tanah jarang dari China.

Selain itu, AS juga menunda pembatasan ekspor teknologi ke sejumlah perusahaan China yang masuk daftar hitam. Gedung Putih bahkan membuka kembali proses peninjauan agar pengiriman chip AI generasi terbaru ke China tetap dimungkinkan, meski langkah ini menuai kritik dari kalangan politik dalam negeri.

Perang Tarif Amerika China Masih Jadi Alat Tawar Politik

Meski penetapannya ditunda, tarif semikonduktor tetap dipandang sebagai alat tawar strategis dalam negosiasi dagang ke depan. Pemerintah AS menegaskan bahwa kebijakan ini bukan langkah baru, melainkan kelanjutan dari proses yang telah dimulai sejak era Presiden Joe Biden melalui mekanisme Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS.

Selain itu, tarif ini juga terpisah dari ancaman bea masuk lain berdasarkan Pasal 232, yang berfokus pada aspek keamanan nasional.

Dengan dinamika ini, perang tarif Amerika China belum benar-benar berakhir. Penundaan hanya memberi jeda, sementara arah kebijakan ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan politik dan negosiasi kedua negara.

More From Author

ancaman bom sekolah Depok

Geger! Ancaman Bom Sekolah Depok Bikin Panik Orang Tua

Gempa Taiwan 6,1

Mencekam! Gempa Taiwan 6,1 Guncang Hingga Taipei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *